Info Cantik

Tampil Cantik berseri dengan menghindari stres


Ingin selalu tampil cantik berseri? Coba hindari stres. Karena stres hanya menganggu kesehatan tetapi juga merusak penampilan kulit.

Berdasarkan pelitian ilmiah, peran hormon stres cortisol menyebabkan gangguan kulit, seperti kulit kering dan garis-garis halus di wajah. Selain efek negatif stres, para pakar juga mengembangkan terapi pemulihan. Berikut strategi yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala stres sekaligus menjaga tampilan kulit agar tetap cerah dan kencang seperti yang dikutip dari Prevention.

1. Kulit kering

Menurut penuturan Peter Elias, MD, dermatologist, dari University of California, stres kronis meningkatkan hormon cortisol, yang merusak kemampuan kulit dalam menahan air. Hilangnya cairan akan mengikis kilauan wajah.

Solusinya :

Pilihlah produk hypoallergenic dan bebas pewangi. "Produk dengan derajat keasaman (pH) rendah ini akan mencegah kekeringan dan peradangan lebih lanjut." Selain itu, basuhlah wajah dengan air hangat. Suhu panas akan mengikis minyak kulit. Kemudian oleskan krim wajah saat kulit masih dalam keadaan agak lembab.

2. Garis halus

Cortisol memicu peningkatan kadar gula darah, yang melalui proses glycation, akan merusak kolagen dan elastin (serat protein yang membuat kulit tetap montok dan lembut). Selain itu, ketegangan otot yang berlangsung terus-menerus cenderung memicu kerutan permanen.

Solusi :

Gunakan krim yang dijual di apotek (over the counter medicine/OTC) yang terbuat dari retinol dan antioksidan untuk mendorong produksi kolagen, sehingga kulit kembali kencang.

3. Kemerahan di wajah

Peningkatan aliran darah yang terjadi saat Anda di bawah stres akan membuat pembuluh kapiler darah mengembang. Stres juga memicu kilatan panas dan karena stres melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, maka kilatan panas di wajah akan bertahan lebih lama.

Solusi: Jika digunakan setiap hari, krim oles yang terbuat dari antiperadangan seperti allantoin dan ekstrak akar licorice bisa meredakan kemerahan di wajah.

4. Jerawat

Menurut Gil Yosipovitch, MD, seorang profesor dermatologi dari Wake Forest University, Stres meningkatkan peradangan yang memicu munculnya jerawat.

Solusi:

Gunakan lotion yang mengandung asam salisilat untuk membantu pengelupasan kulit atau yang mengandung benzoil peroksida untuk menghilangkan bakteri plus pelembab noncomedogenic agar kulit tidak terlalu kering. Jika kulit tidak merespon penanganan ini dalam beberapa minggu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan obat yang lebih kuat.

5. Mata lelah

Kecemasan, menurut Amy Wechsler, MD, Dermatologist dari New York City, akan menyebabkan reaksi berantai, memicu gangguan tidur di malam hari, yang pada akhirnya akan membuat mata bengkak.

Solusi:

Letakkan potongan ketimun di mata. Cara ini membantu mengecilkan pembuluh darah dan limfa yang membawa cairan ke area mata. Selain itu, tidurlah dalam posisi kepala sedikit ditinggikan untuk mencegah penumpukan cairan di sekitar mata.

Share

DiggTwitterFacebookRSS

0 komentar:

Post a Comment

 
Home | Publiser | Gratisan | Intim | Nggosip
Copyright © 2009 POTRET |Designed by Templatemo |Converted to blogger by Template Pow